Day: May 17, 2025

Kenali Jenis-jenis Imunisasi Bayi yang Wajib Diberikan

Kenali Jenis-jenis Imunisasi Bayi yang Wajib Diberikan


Kenali Jenis-jenis Imunisasi Bayi yang Wajib Diberikan

Imunisasi bayi merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan si kecil dari berbagai penyakit yang berbahaya. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Indonesia adalah dengan memberikan imunisasi wajib pada bayi. Nah, untuk memastikan bahwa si kecil mendapatkan perlindungan yang optimal, penting bagi orang tua untuk mengenali jenis-jenis imunisasi bayi yang wajib diberikan.

Menurut dr. Erlina Burhan, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Imunisasi Indonesia (PERDOSKI), imunisasi bayi merupakan langkah preventif yang efektif dalam melindungi anak dari penyakit infeksi. “Imunisasi bayi yang wajib diberikan telah terbukti mampu mengurangi angka kematian akibat penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi,” ungkap dr. Erlina.

Salah satu jenis imunisasi bayi yang wajib diberikan adalah imunisasi hepatitis B. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, imunisasi hepatitis B penting untuk mencegah penularan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan sirosis hati dan kanker hati pada masa dewasa. “Imunisasi hepatitis B sebaiknya diberikan pada bayi segera setelah lahir untuk memberikan perlindungan yang optimal,” jelas dr. Erlina.

Selain itu, imunisasi BCG juga termasuk dalam jenis imunisasi bayi yang wajib diberikan. Menurut dr. Riris Andono Ahmad, Ketua Tim Ahli Imunisasi Komite Nasional Imunisasi (KOMNAS IMUNISASI), imunisasi BCG penting untuk melindungi bayi dari tuberkulosis atau TBC. “Imunisasi BCG sebaiknya diberikan pada bayi saat lahir atau paling lambat pada usia 2 bulan untuk mencegah penularan TBC yang dapat mengancam kesehatan si kecil,” tambah dr. Riris.

Selain imunisasi hepatitis B dan BCG, imunisasi polio juga merupakan salah satu jenis imunisasi bayi yang wajib diberikan. Menurut dr. Erlina, imunisasi polio penting untuk mencegah penularan virus polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak. “Imunisasi polio sebaiknya diberikan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah,” sarannya.

Dengan mengenali jenis-jenis imunisasi bayi yang wajib diberikan, orang tua dapat memberikan perlindungan terbaik bagi si kecil. Ingatlah bahwa imunisasi bayi adalah investasi kesehatan yang penting untuk masa depan anak. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang imunisasi bayi. Kenali jenis-jenis imunisasi bayi yang wajib diberikan dan jadwalkan vaksinasi si kecil secara teratur!

Cara Mengatasi Rasa Takut dan Kecemasan saat Akan Melakukan Persalinan

Cara Mengatasi Rasa Takut dan Kecemasan saat Akan Melakukan Persalinan


Persalinan merupakan momen yang penuh haru dan tidak terlupakan bagi seorang ibu. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa rasa takut dan kecemasan seringkali menghampiri seorang ibu saat akan melahirkan. Bagaimana cara mengatasi rasa takut dan kecemasan saat akan melakukan persalinan?

Menurut dr. Aisyah, seorang dokter kandungan dari RS Sari Asih, rasa takut dan kecemasan saat persalinan adalah hal yang wajar dirasakan oleh seorang ibu. Namun, hal ini dapat mempengaruhi proses persalinan itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengatasi rasa takut dan kecemasan tersebut.

Salah satu cara mengatasi rasa takut dan kecemasan saat akan melahirkan adalah dengan mempersiapkan diri secara mental dan fisik. Menurut psikolog klinis, dr. Budi, ibu hamil perlu memahami bahwa persalinan adalah proses alami yang telah dilalui oleh banyak wanita sebelumnya. Dengan memahami proses persalinan dan mengikuti kelas persiapan persalinan, ibu hamil dapat merasa lebih tenang dan percaya diri.

Selain itu, dukungan dari keluarga dan pasangan juga sangat penting dalam mengatasi rasa takut dan kecemasan saat persalinan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. John dari Universitas Harvard, ibu yang mendapatkan dukungan emosional dari pasangan dan keluarga memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah saat persalinan.

Selain itu, teknik relaksasi dan meditasi juga dapat membantu ibu hamil mengatasi rasa takut dan kecemasan saat persalinan. Menurut dr. Sarah, seorang ahli terapi holistik, teknik pernapasan dalam dan meditasi dapat membantu ibu hamil merasa lebih tenang dan fokus selama persalinan.

Dengan mempersiapkan diri secara mental dan fisik, mendapatkan dukungan dari keluarga dan pasangan, serta menggunakan teknik relaksasi dan meditasi, diharapkan ibu hamil dapat mengatasi rasa takut dan kecemasan saat akan melahirkan. Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian, dan selalu ada dukungan untuk Anda dalam proses persalinan ini. Semoga artikel ini dapat membantu ibu hamil dalam menghadapi momen persalinan dengan lebih tenang dan percaya diri.

Peran Dokter dalam Menerapkan Pelayanan Kesehatan Preventif

Peran Dokter dalam Menerapkan Pelayanan Kesehatan Preventif


Dokter memiliki peran yang sangat penting dalam menerapkan pelayanan kesehatan preventif. Pelayanan kesehatan preventif merupakan upaya untuk mencegah timbulnya penyakit dan menjaga kesehatan seseorang melalui deteksi dini, edukasi, dan tindakan preventif lainnya.

Menurut Prof. Dr. Tjatur Wisnu Murti, Sp.PD-KPTI, seorang dokter harus memahami betul pentingnya pelayanan kesehatan preventif dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Dokter harus proaktif dalam memberikan edukasi kepada pasien mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit,” ujarnya.

Dokter juga memiliki peran penting dalam melakukan deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan rutin dan screening. “Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, dokter dapat mendeteksi adanya penyakit secara dini sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” kata Prof. Dr. dr. Siti Setiati, Sp.PD-KPTI.

Selain itu, dokter juga harus aktif dalam memberikan vaksinasi kepada masyarakat. Menurut Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.A(K), vaksinasi merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit yang efektif. “Dokter harus memastikan bahwa masyarakat mendapatkan vaksinasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan agar terhindar dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin,” tuturnya.

Pentingnya peran dokter dalam menerapkan pelayanan kesehatan preventif juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Beliau menegaskan bahwa pelayanan kesehatan preventif harus menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. “Dokter harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan preventif kepada masyarakat,” ucapnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran dokter dalam menerapkan pelayanan kesehatan preventif sangatlah penting. Melalui edukasi, deteksi dini, vaksinasi, dan tindakan preventif lainnya, dokter dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah timbulnya penyakit. Semoga kesadaran akan pentingnya pelayanan kesehatan preventif semakin meningkat di masyarakat.

Theme: Overlay by Kaira puskesmasklapanunggal.com
Kelapa Nunggal, Indonesia